Kronologi Mundurnya Nanik Deyang dari Kursi BGN
JAKARTA-RAYA: Kursi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) kembali kosong. Rabu (22/7), Nanik Sudaryati Deyang mengumumkan pengunduran dirinya lewat unggahan di akun Facebook pribadinya, kabar yang datang tanpa aba-aba dan langsung menyita perhatian publik.
Dengan nada berat hati, Nanik mengaku terpaksa melepas jabatan yang baru diembannya sekitar 40 hari itu demi kesehatannya sendiri. Jantungnya bermasalah, dan hari itu juga ia terbang ke luar negeri untuk mencari opini kedua dari dokter yang direkomendasikan koleganya.
Ia menegaskan langkah ini bukan bentuk ketidakpercayaan pada tenaga medis Tanah Air, melainkan ikhtiar mencari kepastian atas kondisinya.
Nanik mengaku sudah berpamitan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto, yang disebutnya menyetujui pengunduran diri itu karena prihatin dengan kondisi kesehatannya.
Kronologi
Kursi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) kembali kosong setelah Nanik Sudaryati Deyang mengumumkan pengunduran dirinya, Rabu (22/7). Berikut kronologi lengkapnya:
2 Juni 2026 - Presiden Prabowo Subianto mencopot Dadan Hindayana dari kursi Kepala BGN setelah tersandung dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Nanik, saat itu Wakil Kepala BGN, dipercaya naik menggantikannya.
8 Juni 2026 - Nanik resmi dilantik di Istana Kepresidenan Jakarta, mengemban amanah memimpin lembaga yang tengah disorot tajam publik.
Pertengahan Juni 2026 - Baru sepekan menjabat, tekanan sudah menghantam. Massa dari Koalisi Masyarakat Peduli MBG berunjuk rasa di depan DPR, menuntut Nanik dicopot dan mendesak Presiden mengevaluasi ulang penunjukannya.
7 Juli 2026 - Nanik mendatangi Gedung KPK untuk audiensi soal temuan potensi korupsi dan lemahnya tata kelola program MBG. Namun usai pertemuan, ia menghilang dari hadapan wartawan tanpa sepatah penjelasan pun, membiarkan jajaran wakilnya yang menjawab pertanyaan media.
17 Juli 2026 - Nanik kembali absen, kali ini dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IX DPR RI yang membahas laporan keuangan BGN. Posisinya diwakili Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari, sementara pimpinan rapat, Putih Sari, mengonfirmasi ada surat resmi penunjukan wakil untuk hadir menggantikannya.
21 Juli 2026 - Nanik berpamitan langsung kepada Presiden Prabowo, mengabarkan niatnya mundur demi fokus berobat.
22 Juli 2026 - Titik akhir tiba. Lewat status Facebook, Nanik resmi menyatakan mundur dari Kepala BGN, mengaku kondisi jantungnya memaksa ia terbang ke luar negeri hari itu juga untuk mencari opini kedua.
Dalam rentang waktu kurang dari 2 bulan sejak dilantik, jejak kepemimpinan Nanik di BGN berakhir di tengah rentetan absensi, sorotan KPK, dan tuntutan publik yang tak pernah benar-benar reda.
Meski melepas jabatan struktural, Nanik tetap diminta mengawasi jalannya BGN bahkan digadang-gadang bakal memimpin Dewan Pengawas BGN yang rencananya dibentuk Presiden, dengan syarat posisi barunya tak lagi bersentuhan dengan pengelolaan anggaran.
Sinyal kelelahan Nanik sesungguhnya sudah tercium sejak beberapa pekan sebelumnya. Pada 17 Juli 2026, ia absen dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IX DPR RI yang membahas laporan keuangan BGN, dan posisinya diwakili Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari.
Informasi yang diperoleh RayaTimes, Nanik sudah sepekan lebih tidak memperlihatkan aktivitas di kantor pusat BGN. Kasak-kusuk mundurnya Nanik tersebut terdengar santer di kalangan parlemen sejak 3 hari lalu, dan hal itu terkonfirmasi pada hari ini Rabu (22/7).
Sepekan sebelum itu, seusai audiensi dengan KPK yang membedah temuan potensi korupsi dan lemahnya tata kelola program Makan Bergizi Gratis, Nanik justru menghilang dari hadapan wartawan tanpa penjelasan.
Komentar (0)
Login untuk berkomentar
Belum ada komentar.