Profil Nanik S Deyang yang Mundur dari Kepala BGN, Loyalis Prabowo yang Awali Karir sebagai Wartawan
JAKARTA - RAYA: Kabar mengejutkan datang dari Nanik Sudaryati Deyang atau Nanik S. Deyang. Secara mendadak dia mengumumkan mundur sebagai kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dengan alasan kesehatan. Nanik akan melakukan pengobatan jantung ke luar negeri.
"Hari ini Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung sekaligus mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional," ujar Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan Dirgayuza Setiawan, dikutip dari Antara, Rabu (22/7).
Nanik merupakan tokoh perempuan kelahiran Madiun, Jawa Timur, 3 Januari 1968. Dia memulai karier sebagai wartawati Tabloid Bangkit (kelompok media Kompas Gramedia) sebelum bergelut ke dunia politik dan pemerintahan.
Di bidang media, Nanik sempat memimpin media di Kelompok Media Peluang (KMP). Pengalaman panjang di dunia jurnalistik membuatnya dikenal memiliki kemampuan komunikasi publik yang kuat.
Sejak lama, Nanik dikenal sebagai pendukung fanatik atau loyalis Prabowo. Hal ini terlihat pada kiprahnya menjadi Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Nama Nanik mulai banyak dikenal luas oleh publik, meski akhirnya Prabowo -Sandiaga kalah bersaing di Pilpres.
Nanik mulai masuk ke pemerintahan, setelah Prabowo dinyatakan menang pada Pilpres 2024. Setelah pemerintahan terbentuk, Prabowo memilih Nanik sebagai Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) periode 2024–2029. Ia dilantik berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 145/P Tahun 2024 dan bekerja bersama Budiman Sudjatmiko.
Karir Nanik Nanik di pemerintahan terus meningkat. Pada September 2025, Prabowo melantiknya sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, bersamaan dengan reshuffle Kabinet Merah Putih yang berlangsung saat itu.
Di BGN, Nanik bertanggung jawab pada komunikasi publik sekaligus pengawasan dan investigasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain itu, dia juga menjabat sebagai Ketua Pelaksana Harian Tim Koordinasi Program MBG.
Puncak karir pemerintahan, terjadi saat Presiden Prabowo Subianto mengangkat Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di Istana Negara, Jakarta, Senin 8 Juni 2026. Nanik didapuk menggantikan Kepala BGN sebelumnya, Dadan Hindayana yang menjadi tersangka korupsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kejaksaan Agung.
Meski hanya sebulanan dia menjabat sebagai Kepala BGN, Nanik telah melakukan sejumlah langkah perbaikan di BGN. Di antaranya mengevaluasi 28.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mengklasifikasikan 3.000 dapur berdasarkan standar mutu, menghentikan ekspansi dapur di wilayah jenuh.
Selain itu, dalam evaluasinya juga menemukan 414 SPPG bermasalah sehingga ratusan miliar rupiah kembali ke kas negara. Nanik juga membentuk 11 tim reformasi, memfokuskan MBG ke penerima manfaat yang paling membutuhkan, serta menghadirkan para profesional dari lintas kementerian dan lembaga.
Komentar (0)
Login untuk berkomentar
Belum ada komentar.