JAKARTA-RAYA: Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya, dengan dalih kesehatan.

"Hari ini Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung sekaligus mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional," ujar Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan Dirgayuza Setiawan, dikutip dari Antara, Rabu (22/7)

Yuza menyatakan, meski belum lama memimpin BGN, Nanik telah melakukan sejumlah langkah penting, seperti mengevaluasi hampir 28.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mengklasifikasikan 3.000 dapur berdasarkan standar mutu, menghentikan ekspansi dapur di wilayah jenuh.

Selain itu juga menemukan 414 SPPG bermasalah sehingga ratusan miliar rupiah kembali ke kas negara, membentuk 11 tim reformasi, memfokuskan MBG ke penerima manfaat yang paling membutuhkan, serta menghadirkan para profesional dari lintas kementerian dan lembaga.

Dalam keterangan terpisah di media sosialnya, Nanik S Deyang juga menyampaikan perihal pengunduran dirinya sebagai pimpinan BGN untuk melakukan pengobatan di luar negeri untuk penyakit terkait jantung dan akan berangkat pada hari ini.

"Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya, dan karena presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN," kata Nanik dalam unggahannya.

Nanik S Deyang dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di Istana Negara, Jakarta, Senin.pada 8 Juni 2026. Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 18/M Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional serta pemberhentian Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Nanik menggantikan Dadan Hindayana sebagai Kepala BGN. Sementara itu, Agustina Arumsari dan Trenggono menggantikan Lodewijk Pusung dan Sony Sonjaya sebagai Wakil Kepala BGN.

Dalam acara yang berlangsung pukul 16.30 WIB itu, Presiden Prabowo memimpin langsung prosesi pelantikan. Adapun Nanik, Agustina, dan Trenggono berdiri di hadapan Presiden dengan didampingi rohaniwan.

"Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara," ucap Prabowo yang diikuti ketiganya. 

Lapor Efisiensi Anggaran BGN ke Presiden

Sebelumnya, Nanik Sudaryati Deyang sempat melaporkan soal efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada Presiden Prabowo Subianto, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, sekitar pukul 14.20 WIB.

"Efisiensi, efisiensi anggaran. Kabar gembira, biar turun (anggaran)," ujar Nanik.

Diketahui, pemerintah memangkas pagu program MBG pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2026 dari semula senilai Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun.

Dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo hari ini, diharapkan anggaran sebesar Rp268 triliun dapat lebih ditekan lagi atau dikurangi.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan, realisasi anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Mei 2026 mencapai Rp88,15 triliun naik 17,53 persen dibandingkan posisi April 2026 yang sebesar Rp75 triliun.

Secara rinci dari total jumlah penerima, 48,9 juta di antaranya merupakan siswa, sementara 14,3 juta di antaranya merupakan non-siswa yang mencakup ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.