Prabowo Siapkan Sekolah Khusus Calon Pemimpin RI
JAKARTA-RAYA: Pemerintah menyiapkan Lembaga Universitas Republik Indonesia (URI) sebagai pusat pendidikan kepemimpinan nasional untuk mencetak calon pemimpin yang akan mengisi jabatan strategis di pemerintahan. Konsep lembaga tersebut mengadopsi model pendidikan kepemimpinan yang telah diterapkan di sejumlah negara maju sebagai bagian dari reformasi tata kelola sumber daya manusia negara.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pembentukan URI bukan kebijakan yang disusun secara mendadak. Pemerintah telah menyiapkan konsep tersebut sejak lama, namun baru diumumkan setelah seluruh proses perencanaan dinilai matang.
"Itu sudah kami persiapkan sejak lama. Nanti pada waktunya akan kami jelaskan secara lebih rinci. Intinya, kami mempelajari model sejumlah negara yang memiliki lembaga khusus untuk menyiapkan calon-calon pemimpin nasional," kata Prasetyo dilansir dari Antara, Rabu (22/7).
Menurut Prasetyo, berbagai negara memiliki institusi khusus yang bertugas membentuk pemimpin negara melalui pendidikan yang terstruktur sebelum menduduki posisi strategis di pemerintahan. Model tersebut dinilai berhasil menciptakan birokrasi yang profesional, berintegritas, dan memiliki visi kebangsaan yang kuat.
Salah satu contoh yang dipelajari pemerintah adalah École nationale d'administration (ENA) di Prancis yang kini bertransformasi menjadi Institut National du Service Public (INSP). Lembaga tersebut dikenal sebagai tempat pendidikan calon pejabat tinggi negara sebelum mengemban tugas di berbagai institusi pemerintahan.
Prasetyo menjelaskan lulusan lembaga tersebut umumnya mengisi posisi penting di pemerintahan, badan usaha milik negara (BUMN), hingga pemerintahan daerah. Pola pendidikan seperti itu dinilai mampu menciptakan standar kompetensi dan kepemimpinan yang seragam.
"Di sejumlah negara, pejabat pemerintahan, pimpinan BUMN, bahkan gubernur maupun bupati umumnya pernah mengikuti pendidikan pada satu lembaga yang memang disiapkan untuk membentuk calon pemimpin," ujarnya.
Konsep Serupa
Pemerintah berharap konsep serupa dapat diterapkan di Indonesia sehingga calon pemimpin tidak hanya dibekali kemampuan teknis dan manajerial, tetapi juga memiliki pemahaman mendalam mengenai nilai kebangsaan, tata kelola pemerintahan, serta tanggung jawab sebagai penyelenggara negara.
Prasetyo menegaskan penguatan wawasan kebangsaan menjadi fondasi utama dalam pendidikan kepemimpinan. Menurutnya, setiap pejabat negara memegang amanah publik sehingga orientasi pengabdian harus selalu diarahkan kepada kepentingan bangsa, negara, dan masyarakat.
"Tujuan akhirnya adalah membentuk pemimpin yang memiliki kompetensi teknis sekaligus wawasan kebangsaan yang kuat. Seluruh amanah yang dijalankan harus berpihak pada kepentingan bangsa dan negara," tegasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melantik pimpinan Lembaga Universitas Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu sore. Pada kesempatan yang sama, Presiden juga melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan pejabat sebelumnya.
Pelantikan tersebut menjadi penanda dimulainya pembentukan lembaga pendidikan kepemimpinan yang diharapkan menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam menyiapkan kader-kader pemimpin nasional untuk menghadapi tantangan birokrasi dan pembangunan Indonesia di masa depan.
Komentar (0)
Login untuk berkomentar
Belum ada komentar.