RayaInternasional

Hari Pertama Menjabat, PM Burnham Singkirkan Loyalis Starmer dalam Perombakan Kabinet

Anton | Rabu, 22 Juli 2026 | 14:27 WIB | 1 dibaca

LONDON-RAYA: Perdana Menteri baru Inggris Andy Burnham langsung mempertegas era kepemimpinannya. Dia merombak kabinet besar-besaran hanya sehari setelah resmi menggantikan Keir Starmer.

            Burnham mencopot sejumlah loyalis Starmer, termasuk Menteri Keuangan Rachel Reeves dan mantan Wakil Perdana Menteri David Lammy. Dia juga memindahkan beberapa menteri ke jabatan baru sekaligus mengangkat para sekutunya ke posisi strategis.

            Perubahan kabinet meliputi John Healey menjadi Menteri Keuangan menggantikan Rachel Reeves. Lalu, Ed Miliband ditunjuk sebagai Menteri Luar Negeri.

            Angela Rayner kembali masuk kabinet. Wes Streeting dipercaya sebagai Menteri Pertahanan. Sementara, Shabana Mahmood tetap menjabat Menteri Dalam Negeri untuk melanjutkan reformasi sistem suaka Inggris.

            Dalam pidato pertamanya sebagai perdana menteri, Burnham mengatakan pemerintahannya akan membawa arah baru bagi Inggris. "Saya akan membawa sebuah rencana baru untuk Inggris, sebuah rencana 10 tahun," tutur Burnham dikutip AFP.

            Dia juga menegaskan bahwa salah satu instruksi pertamanya adalah mengakhiri tunawisma. "Instruksi pertama saya adalah mengakhiri tidur di jalanan," tegasnya.

            Burnham pun kembali menekankan perlunya perubahan arah kebijakan nasional. "Pada dekade 1980-an, Inggris mengambil beberapa langkah yang keliru," katanya.

            Menurutnya, pemerintah akan mengembalikan layanan-layanan penting ke dalam kendali publik agar lebih terjangkau serta mempercepat desentralisasi kekuasaan dari Westminster.

            Perombakan kabinet ini sekaligus menandai upaya Burnham membangun pemerintahan dengan identitas politiknya sendiri setelah mengambil alih kepemimpinan Partai Buruh menyusul pengunduran diri Keir Starmer.

            Meski demikian, pengangkatannya yang berlangsung cepat tanpa pemilihan internal memunculkan kritik dari oposisi. Sejumlah politisi mempertanyakan legitimasi Burnham sebagai perdana menteri dan mendesak agar Inggris segera menggelar pemilihan umum lebih awal. (*)

 

Komentar (0)

lock

Login untuk berkomentar

Belum ada komentar.

RayaSport

Indeks

Berita Terkait