PM Baru Inggris Langsung Pangkas Pajak Listrik, Janji Ringankan Beban Warga
LONDON-RAYA: Perdana Menteri baru Inggris Andy Burnham langsung mengumumkan kebijakan ekonomi pertamanya setelah resmi menjabat. Dia mengumumkan, pemerintahannya memangkas Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada tagihan listrik rumah tangga demi membantu masyarakat menghadapi tingginya biaya hidup.
Kebijakan tersebut diumumkan pada Selasa pagi, sehari setelah Burnham resmi menggantikan Keir Starmer sebagai perdana menteri dan menjelang rapat kabinet pertamanya.
Mulai Oktober, pemerintah akan menghapus PPN sebesar 5% pada tagihan listrik rumah tangga.
Kebijakan ini diperkirakan menghemat sekitar 45 pound per tahun bagi setiap rumah tangga atau sekitar Rp1,10 juta. Pendanaan awalnya berasal dari pembatalan rencana penerapan kartu identitas digital nasional. Menteri Bisnis Jonathan Reynolds menyebut langkah tersebut sebagai awal yang kuat bagi pemerintahan baru.
"Ini adalah pengumuman yang luar biasa untuk hari pertama kabinet baru," kata Reynolds kepada Sky News.
Burnham mengatakan kebijakan tersebut merupakan bentuk komitmennya untuk segera membantu masyarakat. "Kami ingin memberi masyarakat sedikit ruang untuk bernapas sekarang, sedikit bantuan menghadapi biaya hidup," ujar Burnham.
Selain memangkas pajak listrik, Burnham juga berjanji menghidupkan kembali sektor industri Inggris, membangun lebih banyak perumahan publik, mendesentralisasikan kekuasaan dari Westminster, serta mengakhiri tunawisma.
Dalam pidatonya di Downing Street, Burnham mengatakan Inggris harus kembali menunjukkan stabilitas kepada dunia. "Kita perlu menunjukkan kepada dunia bahwa Inggris mampu kembali memperoleh stabilitas," bebernya.
Ia juga berjanji akan menciptakan "model politik baru" sekaligus "membangun ekonomi baru".
Dalam percakapan telepon pertamanya dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Burnham menegaskan komitmen Inggris terhadap kerja sama pertahanan dan keamanan, menurut juru bicara pemerintah Inggris.
Trump mengatakan pembicaraan tersebut berlangsung "sangat baik" dan menyebut keduanya akan bertemu "dalam waktu yang tidak terlalu lama."
"Dia memiliki pekerjaan besar di depan, tetapi saya yakin dia mampu melaksanakannya. Dan tentu saja Amerika Serikat akan siap membantu!" tulis Trump di Truth Social.
Trump juga mengatakan pembicaraan keduanya mencakup kerja sama perdagangan, pertahanan militer, serta upaya pembersihan ranjau di Selat Hormuz.
Kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Burnham kembali menegaskan "komitmen penuh" Inggris untuk terus mendukung Ukraina menghadapi invasi Rusia, menurut Downing Street.
Sementara itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyampaikan ucapan selamat kepada Burnham dan mengajaknya memberikan "semangat baru" bagi kemitraan Inggris dengan Uni Eropa.
Burnham bergerak cepat memperkuat posisinya dengan merombak kabinet secara besar-besaran. Ia mencopot sejumlah loyalis Starmer, termasuk Rachel Reeves dan mantan Wakil Perdana Menteri David Lammy, memindahkan beberapa menteri ke jabatan lain, sekaligus mempromosikan sejumlah sekutunya. (*)
Komentar (0)
Login untuk berkomentar
Belum ada komentar.