RayaNews

Gudang Amunisi Meledak Tewaskan 1 Orang, Kadispenad: Jangan Berspekulasi, Tim Lagi Bekerja

Fahmi | Jumat, 17 Juli 2026 | 14:40 WIB | 3 dibaca

JAKARTA - RAYA: Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadisenad) Brigjen TNI Donny Pramono meminta sejumlah pihak untuk tidak berspekulasi terkait meledaknya Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu) TNI di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (16/7).

"Kami membentuk tim investigasi untuk melakukan pendalaman dan investigasi secara menyeluruh guna mengetahui secara pasti kronologis maupun penyebab insiden tersebut," kata Donny.

Berdasarkan informasi yang dimiliki Donny, gudang tersebut meledak saat prajurit sedang melakukan perawatan dan pemeliharaan munisi.

"Berdasarkan laporan awal yang kami terima, insiden terjadi saat personel melaksanakan prosedur pemeriksaan dan perawatan materiil munisi di salah satu gudang penyimpanan," ungkapnya.

Namun, dia tidak bisa menjelaskan secara rinci apa penyebab utama meledaknya gudang munisi itu. Dia juga tidak bisa menjelaskan secara rinci jenis munisi yang menjadi pemicu utama terjadinya ledakan.

Donny melanjutkan akibat insiden itu, satu prajurit tewas dan enam orang lainnya mengalami luka ringan hingga berat. "Seluruh korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis secara cepat sekaligus melaporkan secara prosedural dan berjenjang," ucapnya.

Saat ini, pihaknya bergantung kepada tim investigasi yang dikirim ke Madiun untuk mencari tahu penyebab utama meledaknya gudang munisi itu.

"Kami juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memberikan ruang kepada tim investigasi agar dapat bekerja secara optimal serta menghindari spekulasi mengenai penyebab kejadian sebelum seluruh proses pemeriksaan selesai," kata Donny.

Donny pun mewakili jajaran Mabes AD mengucapkan bela sungkawa atas gugurnya prajurit dalam insiden ini. Dia mengatakan, gudang amunisi itu meledak saat prajurit sedang melakukan perawatan dan pemeriksaan amunisi.

Namun demikian, Donny tidak bisa menjelaskan lebih rinci penyebab utama meledaknya gudang amunisi tersebut. Pihaknya kini bergantung kepada tim investigasi yang dikirim ke Madiun untuk mencari tahu penyebab utama meledaknya gudang amunisi itu.

"Kami juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memberikan ruang kepada tim investigasi agar dapat bekerja secara optimal serta menghindari spekulasi mengenai penyebab kejadian sebelum seluruh proses pemeriksaan selesai," jelas Donny.

Sorotan DPR RI

Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menilai ledakan di Gudang Pusat Munisi (Gupusmu) TNI di Madiun, harus menjadi pengingat pentingnya penguatan standar keselamatan, manajemen penyimpanan amunisi, serta evaluasi berkala terhadap sistem keamanan.

Amelia di Jakarta, Jumat, mengatakan pengelolaan aset pertahanan memerlukan standar keselamatan yang terus diperbarui seiring perkembangan teknologi dan kompleksitas ancaman. Ia juga menyampaikan keprihatinan atas jatuhnya korban dalam peristiwa tersebut.

"Saya optimistis TNI mampu menjadikan peristiwa ini sebagai momentum untuk memperkuat budaya keselamatan kerja, meningkatkan manajemen risiko, dan memperkokoh profesionalisme sebagai institusi pertahanan yang dipercaya masyarakat," katanya.

Menurut dia, dalam situasi seperti ini yang terpenting adalah memberikan ruang bagi aparat untuk bekerja serta tidak terburu-buru menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. (*)

Komentar (0)

lock

Login untuk berkomentar

Belum ada komentar.

RayaSport

Indeks

Berita Terkait