RayaHankam

Cium Merah Putih, 2 Eks OPM Ikrar Setia ke NKRI

Sudjito | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:57 WIB | 4 dibaca

JAKARTA-RAYA: Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) kembali memfasilitasi dua mantan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) untuk menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Langkah tersebut menjadi bagian dari pendekatan persuasif yang terus dilakukan aparat keamanan dalam mendorong penyelesaian konflik di Papua melalui dialog dan pembinaan.

Berdasarkan siaran pers TNI AD yang diterima di Jakarta, Selasa (21/7), prosesi ikrar berlangsung di pos komando taktis (Kotis) Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 621/Manuntung, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pada Sabtu (18/7).

Komandan Satgas Yonif 621/Manuntung Letkol Infanteri Eko Arif Chrestianto mengatakan kedua mantan anggota OPM tersebut adalah Endis Kelua dan Komalen Kelua. Keduanya sebelumnya diketahui bergabung dengan kelompok bersenjata yang dipimpin Kalenak Murib dan beroperasi di Kampung Agen-gen, Distrik Sinak.

Dalam prosesi tersebut, Endis Kelua dan Komalen Kelua secara sukarela membacakan ikrar setia kepada NKRI, memberikan penghormatan kepada Sang Merah Putih, serta mencium bendera sebagai simbol komitmen kembali menjadi bagian dari bangsa Indonesia. Upacara berlangsung khidmat dan turut dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta aparat keamanan yang bertugas di wilayah tersebut.

Pendekatan Humanis dan Dialog

Menurut Eko, keberhasilan tersebut mencerminkan efektivitas pendekatan humanis yang selama ini dikedepankan TNI AD dalam membangun komunikasi dengan masyarakat Papua. Pendekatan itu tidak hanya mengutamakan aspek keamanan, tetapi juga dialog, penghormatan terhadap adat istiadat, serta upaya membangun kepercayaan masyarakat.

"TNI AD selalu mengedepankan dialog dan menghormati nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap pelaksanaan tugas di wilayah Papua," ujar Eko.

Ia berharap keputusan Endis dan Komalen dapat menjadi contoh bagi anggota kelompok bersenjata lainnya untuk meninggalkan aksi kekerasan dan memilih menyelesaikan persoalan melalui jalur damai.

Selama beberapa tahun terakhir, pemerintah melalui TNI, Polri, dan pemerintah daerah terus mengombinasikan pendekatan keamanan dengan pembangunan kesejahteraan di Papua. Selain menjaga stabilitas, aparat juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial seperti pelayanan kesehatan, pendidikan, ketahanan pangan, hingga pembangunan infrastruktur guna memperkuat hubungan dengan masyarakat.

TNI AD menilai kembalinya dua mantan anggota OPM ke pangkuan NKRI diharapkan dapat memperkuat stabilitas keamanan di Kabupaten Puncak sekaligus membuka ruang dialog yang lebih luas untuk mendukung terciptanya perdamaian dan pembangunan berkelanjutan di Papua Tengah.

Komentar (0)

lock

Login untuk berkomentar

Belum ada komentar.

RayaSport

Indeks

Berita Terkait