RayaHankam

5 Jet Tempur TNI AU Diterbangkan ke Australia

Sudjito | Jumat, 17 Juli 2026 | 07:58 WIB | 3 dibaca

JAKARTA-RAYA: TNI Angkatan Udara (AU) kembali menunjukkan kiprahnya di forum pertahanan internasional dengan mengerahkan lima pesawat tempur T-50i Golden Eagle ke Darwin, Australia. Armada dari Skadron Udara 15 Pangkalan Udara (Lanud) Iswahjudi itu akan ambil bagian dalam latihan udara multinasional yang digelar Royal Australian Air Force (RAAF) pada 17 Juli hingga 7 Agustus 2026.

Pelepasan kontingen TNI AU dilakukan oleh Panglima Komando Operasi Udara (Pangkoopsau) Marsda TNI Djoko Hadipurwanto di Lanud Iswahjudi, Magetan, Jawa Timur, Rabu (15/7). Selain pesawat tempur, sejumlah penerbang dan personel pendukung juga diberangkatkan untuk mengikuti rangkaian latihan tersebut.

Djoko menuturkan latihan bersama itu menjadi salah satu agenda paling bergengsi di kawasan karena melibatkan angkatan udara dari sekitar 20 negara. Menurutnya, keikutsertaan Indonesia merupakan kesempatan penting untuk menunjukkan profesionalisme sekaligus meningkatkan kemampuan tempur personel TNI AU.

Ia meminta seluruh penerbang memanfaatkan latihan sebagai ajang memperluas pengalaman dalam menghadapi skenario operasi udara modern. Di sisi lain, setiap personel juga diingatkan agar tetap disiplin menerapkan prosedur keselamatan selama menjalankan seluruh rangkaian latihan.

"Seluruh personel memanfaatkan latihan sebagai sarana meningkatkan kapasitas, memperluas wawasan serta memperkaya pengalaman dalam operasi udara modern, dengan tetap mengutamakan keamanan serta keselamatan terbang dan kerja," ujar Djoko dilansir dari Antara.

Peningkatan Kemampuan Tempur

Selain mengasah kemampuan tempur, latihan tersebut juga menjadi wadah untuk meningkatkan interoperabilitas antarpasukan udara. Para peserta akan menjalani berbagai skenario latihan, mulai dari misi pertahanan udara, pengawalan pesawat, hingga operasi gabungan yang menuntut koordinasi lintas negara.

Partisipasi dalam latihan internasional juga menjadi sarana bagi TNI AU untuk mengukur kesiapan alutsista dan kemampuan sumber daya manusia sesuai standar operasi militer modern. Melalui interaksi dengan negara-negara peserta, personel Indonesia diharapkan dapat menyerap pengalaman serta praktik terbaik yang diterapkan angkatan udara lain.

Bagi Indonesia, keterlibatan dalam latihan bersama seperti ini juga memiliki nilai strategis dalam memperkuat diplomasi pertahanan. Hubungan profesional yang terjalin antarpersonel militer diyakini mampu mendukung peningkatan kerja sama keamanan kawasan, khususnya di wilayah Indo-Pasifik yang memiliki dinamika geopolitik cukup tinggi.

Djoko berharap keikutsertaan TNI AU tidak hanya membawa manfaat bagi peningkatan kemampuan personel, tetapi juga semakin memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang aktif berkontribusi dalam membangun stabilitas dan kerja sama pertahanan internasional.

"Dengan pengalaman yang diperoleh selama hampir tiga pekan latihan, para penerbang dan personel pendukung diharapkan dapat membawa pulang pengetahuan baru untuk mendukung pengembangan kemampuan operasional TNI AU di masa mendatang," pungkasnya.

Komentar (0)

lock

Login untuk berkomentar

Belum ada komentar.

RayaSport

Indeks

Berita Terkait