Sepakbola

FIFA Raup Pendapatan Ratusan Triliun dari Piala Dunia 2026

Wasis | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:52 WIB | 13 dibaca

NEW YORK – RAYA: Spanyol tampil sebagai juara Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Argentina 1-0 di babak final. Di balik layar, FIFA tentu merupakan pemenang sesungguhnya dan diperkirakan meraup pendapatan besar.

Menurut CNBC diperkirakan angka itu mencapai lebih dari USD 9 Miliar atau Rp 161,7 triliun. Sementara The Guardian menyebutkan FIFA meraih pendapatan sebesar USD 15 miliar atau Rp 268,4 triliun.

Sebelumnya, FIFA memproyeksikan pendapatan sebesar USD 11 miliar atau Rp 197 triliun dari perhelatan Piala Dunia 2026. Sumber-sumber mengindikasikan bahwa layanan perhotelan dan penjualan tiket, terutama melalui pasar sekunder dengan harga tinggi, menyumbang sebagian besar peningkatan pendapatan tersebut. 

Padahal Spanyol yang tampil sebagai Juara Piala Dunia 2026 mendapatkan hadiah uang sebesar USD51 juta atau Rp 915 miliar dan Argentina sebagai runner up menerima USD34 juta atau Rp 610 miliar.

Inggris yang meraih gelar Juara Ketiga berhak atas hadiah uang sebesar USD 30 juta atau Rp 536,7 miliar dan Prancis di posisi keempat membawa pulang hadiah uang USD 28 juta atau Rp 501 miliar.

Presiden FIFA Gianni Infantino telah menjadi kekuatan pendorong di balik upaya komersialisasi Piala Dunia 2026 secara massif. Dia mengubah format Piala Dunia untuk pertama kali menjadi 48 tim meningkat dari 32 tim.

Artinya Piala Dunia 2026 yang digelar di tiga negara, Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko, menyajikan lebih banyak pertandingan. Total ada 104 laga selama enam pekan dari sebelumnya 64 pertandingan dalam periode empat minggu.

Pertandingan tambahan memungkinkan lebih banyak konten yang dijual kepada penyiar dan lebih banyak tiket yang dikeluarkan kepada penggemar. Bahkan lebih banyak peluang komersial bagi pengiklan dan audiens global yang lebih besar.

FIFA menuai kritik atas harga tiket yang tinggi, sekitar dari USD 60 (Rp 1 juta) hingga lebih dari USD 10.000 (Rp 180 juta). Menurut TicketData harga rata-rata tiket Piala Dunia 2026 mencapai lebih dari USD 900 (Rp 162 juta).

Menjelang turnamen, muncul keraguan tentang keterjangkauan harga tiket dan apakah permintaan penonton akan tetap tinggi. Terlepas dari kekhawatiran tersebut, menurut Football Benchmark, ternyata permintaan tiket tetap sangat kuat.

“Pada babak penyisihan grup, tingkat penjualan tiket pada dasarnya terjual habis, yaitu 99%. Ini menunjukkan bahwa orang-orang bersedia membayar harga tersebut,” kata Antonio Di Cianni, Direktur Penasihat Football Benchmark, kepada CNBC.

FIFA Ingin Tambah Peserta Piala Dunia Jadi 64 Tim

Didorong hasil penjualan tiket yang kuat, Infantino mulai mengemukakan gagasan perluasan peserta Piala Dunia 2030 menjadi 64 tim. “Ini semua adalah isu yang akan kita evaluasi setelah Piala Dunia,” katanya kepada Swiss Blue Sport.

Menurut Kieran Maguire, profesor madya bidang keuangan sepak bola Universitas Liverpool, jika ide tersebut diberlakukan, Piala Dunia dengan 64 tim akan membuat hampir sepertiga negara di dunia memenuhi syarat mengikuti turnamen empat tahunan ini.

“Ini akan meningkatkan inklusivitas olahraga dan kesempatan bagi Piala Dunia untuk menjadi Olimpiade sepak bola. Dalam arti Piala Dunia menjadi terbuka bagi lebih banyak negara,” katanya kepada CNBC.

Strategi ekspansi Infantino terbukti populer karena banyak negara menerima dana dari organisasi tersebut. Sebagai organisasi nirlaba, dananya didistribusikan kembali untuk membangun infrastruktur sepak bola di banyak negara.

Hal ini menciptakan hubungan yang erat antara FIFA dan banyak negara untuk menjadi peserta Piala Dunia. Apalagi FIFA berencana menyalurkan USD 2,7 miliar atau Rp 48,3 triliun untuk pembangunan sekitar 211 negara anggotanya dari tahun 2027-2030 di bawah “FIFA Forward 4.0.”

“FIFA di bawah Infantino memberikan banyak uang kepada negara-negara kecil, yang pada gilirannya memilih dia untuk dipilih kembali sebagai presiden,” tambah Maguire.

Ke depannya, turnamen tahun 2030 ini menjanjikan akan lebih besar lagi, dengan FIFA menyiapkan anggaran sebesar USD 6 miliar atau Rp 107,3 triliun. 

Tentu ini akan menampilkan sesuatu yang megah untuk menandai peringatan 100 tahun turnamen Piala Dunia, yang digambarkan FIFA sebagai “event yang sangat menarik.” 

Untuk merayakan 100 tahun Piala Dunia, turnamen sepak bola terbesar di dunia ini digelar di tiga benua. Tuan rumah utamanya adalah Maroko, Portugal, dan Spanyol. Sedangkan tiga pertandingan pembuka akan dilangsungkan di Uruguay, Argentina, dan Paraguay. (*)

Komentar (0)

lock

Login untuk berkomentar

Belum ada komentar.

RayaSport

Indeks

Berita Terkait